Tips Mudah Menghentikan Diare Pada Bayi Dan Anak

Orang tua harus tahu bagaimana cara menghentikan diare pada anak, berikut ini tips mudah menghentikan diare pada bayi dan anak.

Berjumpa kembali di salah satu situs resmi milik alfian herbal, kami merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal produk green world. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi tips mudah menghentikan diare pada bayi dan anak.

Diare sangat umum dijumpai pada anak-anak. Ini adalah kondisi yang ditandai dengan perubahan fases menjadi lebih cair, dan lebih dari tiga kali sehari. Penyebabnya cukup beragam, misalnya karena bakteri ataupun virus.
Jika anak berumur kurang dari 2 tahun, penyebabnya adalah rotavirus. Karena saat berumur kurang dari 2 tahun, anak masih memiliki daya tahan tubuh yang belum baik. Dan di masa itu, anak sering memasukkan segala macam benda ke dalam mulutnya.

Pada anak-anak biasanya diare akan berlangsuung dalam waktu 5-7 hari, jarang berlangsung lebih dari 2 minggu. Pada orang dewasa, diare umumnya membaik dalam waktu 2-4 hari, meskiupun beberapa infeksi dapat berlangsung hingga 1 minggu atau lebih.

Tips Mudah Menghentikan Diare Pada Bayi Dan Anak

Penyebab Diare

Diare pada bayi dapat disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi usus hingga perubahan pola makan, antara lain:

  • Infeksi parasit, bakteri, atau virus. Bayi dan balita yang banyak menyentuh benda yang belum tentu bersih akan rentan terinfeksi karena sering memasukkan tangannya yang kotor ke mulut. Selain itu, kekebalan tubuh mereka yang masih dalam tahap berkembang juga membuat mereka lebih rentan tertular penyakit.
  • Keracunan makanan.
  • Terlalu banyak mengonsumsi jus buah.
  • Alergi terhadap obat-obatan tertentu.
  • Alergi terhadap makanan tertentu.

Bayi yang sudah bisa mencerna makanan padat dan sedang mengalami diare sebaiknya untuk sementara menjauhi makanan yang berminyak, yang berserat tinggi, yang manis seperti kue dan produk-produk susu. Ini karena jenis makanan tersebut dapat memperburuk gejala diare mereka.

Mendeteksi Tekstur Tinja Bayi

Cara terbaik untuk mendeteksi penyakit ini adalah dengan melihat perubahan warna dan bentuk tinja bayi sedini mungkin. Tinja bayi umumnya berubah warna, bau, dan tekstur sesuai dengan bahan makanan yang dikonsumsi. Tinja yang berubah menjadi lebih encer, lebih banyak, atau frekuensinya lebih sering adalah gejala utama diare.
Namun hati-hati dalam membedakannya dengan bayi yang mengonsumsi air susu ibu (ASI) yang umumnya juga memproduksi tinja yang lebih cair. Sebaliknya, tinja yang berbentuk bulatan-bulatan kecil menjadi indikasi kondisi konstipasi.

Berikut ini adalah warna tinja yang dapat menjadi panduan mendeteksi kondisi bayi:

  • Cokelat muda: umumnya ditemukan pada bayi yang mengonsumsi susu formula.
  • Hijau kehitaman: disebut juga mekonium, merupakan tinja yang muncul ketika bayi baru lahir.
  • Hijau kecokelatan: warna tinja bayi yang setelah lahir mengonsumsi ASI.
  • Kuning kehijauan: warna tinja bayi kira-kira lima hari setelah lahir.
  • Warna lain: tinja bayi akan berwarna cokelat pekat jika sudah mengonsumsi makanan padat. Warna ini akan berubah sesuai dengan jenis makanan yang dikonsumsinya.

Mengenali Gejala dan Dampak Diare

Jika bayi Anda berusia kurang dari enam bulan dan mengalami diare, periksakan ke dokter, terutama jika mengalami gejala-gejala seperti berikut ini:

  • Mengalami muntah-muntah.
  • Terlihat lesu.
  • Tinja berwarna hitam, atau merah karena mengandung darah.
  • Terdapat nanah pada tinja bayi.
  • Sakit perut.
  • Demam di atas 39°C.

Saat bayi diare, keseimbangan air dan garam (elektrolit) di dalam tubuhnya terganggu. Kondisi ini dapat memicu dehidrasi yang dapat mengancam nyawa, terutama pada bayi yang baru lahir.

Terdapat beberapa gejala dehidrasi pada bayi yang patut dikenali dengan jelas:

  • Kondisi mulutnya yang kering.
  • Tidak ada air mata yang keluar saat menangis.
  • Buang air kecil lebih sedikit dibandingkan biasanya.
  • Kulitnya yang terasa lebih kering.
  • Setiap orang tua perlu mewaspadai terjadinya dehidrasi pada bayi yang sedang diare karena dehidrasi dapat dengan cepat memperburuk kondisi tubuh bayi.

Menangani Dehidrasi pada Bayi

Untuk mencegah kondisi bertambah buruk, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menangani dehidrasi pada bayi:

  • Anda perlu terus memberikan ASI untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
  • Encerkan atau tambahkan air pada susu formula jika bayi tidak mengonsumsi ASI. Jika memungkinkan, ganti susu formula dengan susu bebas laktosa hingga diarenya berhenti. Tubuh bayi lebih sulit mencerna laktosa, sehingga dapat memperburuk diare.
  • Hindari memberikan jus atau minuman berkarbonasi.
  • Berikan oralit  secara teratur bersamaan dengan makanan bayi (ASI, susu formula dicampur air, atau makanan pendamping).
  • Kondisikan ruangannya selalu sejuk dan jauhkan bayi dari paparan sinar matahari agar tidak berkeringat secara berlebihan.
  • Segera bawa ke rumah sakit jika kondisinya memburuk.

Perawatan di Rumah Sakit

Terutama bagi bayi yang mengalami diare, pada umumnya perlu dirawat di rumah sakit menggunakan infus. Dokter kemungkinan akan memberikan antibiotik atau obat anti-parasit untuk menangani infeksi bakteri atau parasit. Oralit mungkin juga turut diberikan. Oralit adalah cairan yang mengandung elektrolit-elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

Tips Mudah Menghentikan Diare Pada Bayi Dan Anak

  • Cairan

Berikan anak banyak cairan agar terhindar dari dehidrasi, terutama jika anak mengalami diare yang disertai muntah. Idealnya, anak harus minum banyak cairan yang mengandung air, garam, dan gula. Contohnya adalah air yang dicampur dengan jus dan sup kaldu.

Jangan berikan minuman bersoda karena dapat membuat diare menjadi lebih buruk. Cairan elektrolit atau air garam lebih diprioritaskan untuk menggantikan cairan yang hilang, terutama diare yang disertai muntah. Selain itu, ASI harus tetap diberikan.

  • Makanan

Bubur atau makanan yang berkuah lebih disarankan dibandingkan makanan padat kering. Jika anak tidak mau, berikan makanan apa saja yang ia mau. Hindari makanan yang berlemak dan pedas.

  • Obat

Jika belum berkonsultasi dengan dokter, maka obat diare tidak disarankan. Hal terpenting untuk mengatasi diare adalah dengan meningkatkan asupan cairan. Lagipula, ada beberapa diare yang tidak memerlukan obat tertentu.
Diare yang diatasi sejak awal akan menghindarkan efek samping berbahaya. Jika anak tidak mau minum dan makan apa pun, sebaiknya langsung bawa ke dokter.

Mencegah Diare

  • Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah diare:
  • Mencuci tangan bayi atau balita secara rutin, terutama setelah bermain.
  • Orang dewasa yang merawat bayi atau balita juga perlu menjaga kebersihannya agar tidak menularkan mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada bayi.
  • Jaga agar lantai dan benda-benda yang dipegang bayi atau balita Anda selalu bersih.
  • Jika bayi mengonsumsi ASI perah atau susu formula, selalu pastikan kebersihan dan kesterilan botol yang digunakan.
  • Perhatikan kebersihan makanan dan minuman yang diberikan pada bayi dan balita. Hindari memberikan makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa.

Simak terus situs http://wildanalfian.com untuk mendapatkan informasi menarik dan bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

Tips Mudah Menghentikan Diare Pada Bayi Dan Anak