Penyebab Janin Sungsang Yang Wajib Diketahui

Bagi wanita hamil yang mengalami janin sungsang, inilah penyebab janin sungsang yang wajib diketahui dan segera persiapkan diri jika posisi janin sungsang.

Selamat datang di salah satu website resmi milik Alfian Herbal yang merupakan Agen resmi pusat penjualan obat herbal secara online yang terbesar dan terpercaya di indonesia yang lebih tepatnya berada di kota tasikmalaya.  Pada kesempatan kali ini pihak Alfian Herbal akan memberikan informasi penting seputar kesehatan yang akan meliputi Penyebab Janin Sungsang Yang Wajib Diketahui.

Nah, berhubung pada website resmi ini tidak hanya produk herbal atau informasi tentang pengobatan penyakit saja yang dapat kami sampaikan, kutipan sederhana seperti artikel kesehatan ini juga dapat kami sampaikan meskipun singkat namun insyaalloh mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Simak terus sampai tuntas ulasan berikut!

Penyebab Janin Sungsang Yang Wajib Diketahui

Penyebab janin sungsang yang wajib di ketahui | Janin sungsang memang asing di dengar oleh telinga kita, namun tidak dapat di pungkiri ada beberapa ibu hamil yang mengalami hal seperti itu. Lalu apa janin sungsang itu ? Janin sungsang merupakan keadaan dimana Ibu hamil yang sedang mengandung janin yang mengalami kelainan presentasai atau letak kepala di dalam uterus atau kandungan Ibu hamil tersebut. Kelainan letak yang dimaksud dalam hal ini adalah posisi kepala janin berada di atas, sedangkan bagian bokong berada di bawah. Dalam keadaan normal, seharusnya posisi janin yang seharausnya adalah kepala berada di bawah (tepatnya berada di pintu atas panggul, sedangkan bokong bayi berada di atas (di bagian fudus uterus).

Penyebab Janin Sungsang Yang Wajib Diketahui

Apa itu uterus ? Uterus merupakan organ yang disenut rahim yang dindingnya tersusun dari berlapis – lapis otot. Bentuknya seperti bual alpukat atau pir dengan bagian yang terluas berada pada korpus uteri (sedikit keatas dari rahim). Pada masa – masa kehamilan, janin biasanya masih pada posisi sungsang. Namun seiring perkembangan usia, ketika mendekati minggu – minggu akhir kehamilan, biasanya bayi berotasi terhadap ruang rahim sehingga kepala berputar menjadi di bawah secara normal. Namun ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan bayi tidak berotasi dan tetap berada posisi sungsang.

Lantas, apa yang harus Ibu lakukan? Apakah bayi dengan posisi sungsang masih bisa dilahirkan secara normal? Banyak Ibu yang khawatir menghadapi posisi bayi sungsang serta bahaya yang mungkin terjadi, baik bagi janin dan Ibu. Berikut ini ada beberapa penyebab janin sungsang seperti yang di kutip oleh hamil.co.id :

Penyebab Posisi Janin Sungsang

√ Kehamilan kembar (Gemelli)

Salah satu penyebab janin sungsang adalah keadaaan janin kembar (gemelli). Uterus atau rahim merupakan organ yang seperti sebuah kantung atau tabung yang bersifat elastis dan mampu menampung bayi dari ukuran janin kecil hingga saat janin lahir. Pada saat kehamilan dengan janin kembar, di dalam rahim tersebut ukuran tiap janin biasanya tidak begitu besar, sehingga ketika digabungkan keduanya barulah mengahsilkan bobot yang besar. Pada kehamilan kembar, biasanya cairan amnion (air ketuban) berjumlah banyak, sehingga memungkinkan bayi saling berotasi sehingga menyebabkan bisa terjadinya posisi sungsang.

√ Janin kecil (premature atau berat rendah)

Penyebab lain yang bisa menyebabkan terjadinya posisi sungsang adalah ukuran janin yang kecil. Akibat ukuran janin yang kecil sementara ukuran uterus adalah normal sehingga memungkinkan janin berotasi pada keadaan ruang yang sedang longgar tersebut akibatnya kepala janin bisa saja berada di atas dan bokong janin berada di bawah dan disebut sungsang.

√ Kelainan rahim (uterus)

Pada umumnya, janin akan berotasi sesuai perkembangan usia kehamilan dan bentuk rahim. Bayi sering berotasi secara fisiologi dengan menyesuaikan bentuk tubuhnya terhadap bentuk rahim. Akibat adanya proses tersebut, bayi akan berotasi menyesuaikan bentuk rahim, dimana kepala akan menuju ke bagian terkecil rahim, dan bokong (ukurannya lebih besar dari kepala janin) akan menuju ke bagian rahim yang lebih luas. Secara umum bagian rahim yang terluas ada di atas, sedangkan bagian bawah merupakan tempat yang relatif sempit, sehingga normalnya kepala berada di bawah (tempat sempit) dan bokong berada di atas (tempat luas).

√ Plasenta previa

Plasenta previa merupakan suatu kelainan atau keadaan dimana plasenta atau ari – ari dari bayi berada di bawah dan dapat menutupi pintu keluar uterus atau rahim yang akan dilalui bayi saat lahir nanti. Seharusnya letak plasenta harus lebih diatas, agar saat proses kelahiran tidak mengalami kesulitan dan juga tidak terjadi pelepasan plasenta sebelum pada waktunya. Ibu hamil dengan gejala plasenta previa memiliki tanda seperti sering mengalami perdarahan pada usia kehamilan trimester kedua dan trimester ketiga. Perlu dihindari terlepasnya plasenta dari tempatnya menempel, karena jika terlepas dapat menyebabkan perdarahan dan terputusnya alisan darah dan oksigen menuju bayi.

Tali pusar pendek

Tali pusar pendek menjadi penyebab posisi janin sungsang. Hal ini disebabkan karena akibat pendeknya tali pusar, sehingga janin suli berotasi pada saat berada di dalam kandungan. Sehingga bayi tetap pada posisinya ketika masih dengan posisi kepala di atas. Tali pusar merupakan jaringan yang memasok kebutuhan bayi serta menjadi satu – satunya media pembuangan dari bayi saat berada di dalam kandungan. Nutrisi dan oksigen yang diperlukan bayi masuk melewati tali pusar tersebut.

Resiko Janin Sungsang

Ada dua keadaan resiko yang dapat terjadi pada persalinan dengan janin letak sungsang, yaitu :

♦Prolaps tali pusat : Ketika selaput ketuban pecah, ada kemungkinan tali pusat keluar (prolaps) melalui mulut rahim. Jika ini terjadi, tali pusat akan kolaps (mengecil), sehingga aliran darah ke janin   berkurang

Prolaps tali pusat sangat kecil kemungkinannya terjadi pada presentasi kepala, sebab posisi kepala yang terletak pas diruang panggul tidak memungkinkan adanya celah/ ruang yang cukup untuk   keluarnya tali pusat. Keadaan ini termasuk keadaan darurat, karena tali pusat yang terjepit dimulut rahim dapat terhenti aliran darahnya, sehingga suplai nutrisi dan oksigen terganggu dan dapat   menyebabkan kematian janin dalam hitungan menit. Jika keadaan ini terjadi dan janin masih hidup, harus dilakukan tindakan opeerasi caesar segera.

♦Kepala bayi tersangkut : Setelah bokong lahir, lahirlah badan, diikuti leher dan kepala. Setelah bokong lahir, tali pusat sebagian telah keluar, namun kepala belum lahir. Setelah tali pusat lahir   sebagian, proses persalinan untuk melahirkan kepala harus berlangsung cepat dalam hitungan empat menit, karena keterlambatan lahirnya kepala dan terjepitnya tali pusat dijalan lahir akan   menyebabkan terhambatnya suplai nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin. Karena kepala keluar paling akhir, dan merupakan bagian terbesar, maka terkadang terdapat kesulitan untuk melalui jalan akhir.

Baca juga | Hati-hati Mandi Saat Masih Berkeringat Berbahaya Bagi Tubuh

Jika anda yang penasaran dan ingin memperbanyak pengetahuan tentang macam-macam kesehatan baik itu kesehatan pada ibu hamil, anak, dll semuanya ada dalam website ini. Jadi silahkan anda simpan link berikut ini http://wildanalfian.com/ , baik untuk pembelian produk herbal atau bahkan hanya sekedar mencari tahu tentang berita-berita kesehatan yang telah kami kutip. Salam sehat!!!

Alamat Kantor Pusat Kami

Jl Noenoeng Tisna Saputra Kp Sindanggalih Gg Pos Giro Rt 01 Rw 12 Kec. Tawang Kota Tasikmalaya 46115

Penyebab Janin Sungsang Yang Wajib Diketahui