Penyebab Dan Jenis Inkontinensia Urin Pada Lansia

Semakin maju zaman, semakin kompleks juga penyakit yang mengiringinya. Salah satunya ialah Inkontinensia Urin. Untuk itu ketahui informasi mengenai Penyebab Dan Jenis Inkontinensia Urin Pada Lansia

Selamat datang di website resmi Alfian Herbal yang merupakan distributor resmi Green World yaitu pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menyediakan berbagai suplemen dan vitamin berkhasiat yang terbuat dari bahan alami tanpa terkontaminasi bahan kimia.

Penyebab Dan Jenis Inkontinensia Urin Pada Lansia

Penyebab Dan Jenis Inkontinensia Urin Pada Lansia

Penyebab Dan Jenis Inkontinensia Urin Pada Lansia — Inkontinensia Urin adalah ketidakmampuan menahan air kencing. Inkontinensia Urin merupakan salah satu manifestasi penyakit yang sering ditemukan pada pasien geriatri. Diperkirakan prevalensi Inkontinensia Urin berkisar antara 15-30% usia lanjut di masyarakat dan 20-30% pasien geriatri yang dirawat di rumah sakit mengalami Inkontinensia Urin, dan kemungkinan bertambah berat Inkontinensia Urinnya 25%-30% saat berumur 65-74 tahun.

Gejala Inkontinensia Urin

Untuk kasus yang sangat ringan, urin kadang menetes sedikit ketika batuk atau bersin, atau pada saat berjalan ke toilet. Untuk tingkat ringan hingga menengah, urin menetes setiap hari dan Anda memerlukan semacam popok. Untuk penyakit yang parah, urin dapat keluar hampir setiap jam per hari. Inkontinensia urin dapat membatasi aktivitas sehari-hari.

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak terdaftar di atas. Jika Anda merasa khawatir terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Penyebab Inkontinensia Urin

Tiga bentuk yang paling umum dari inkontinensia urin disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada daerah perut, inkontinensia urin darurat, dan bocornya urin karena penuhnya kandung kemih.

  • Tekanan pada daerah perut terjadi ketika melakukan beberapa aktivitas seperti batuk, bersin, mengangkat barang, olahraga. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kehamilan, melahirkan, atau penuaan
  • Inkontinensia urin membuat urin dikeluarkan secara darurat dan dengan frekuensi tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh merokok, kafein, alkohol, atau penuaan
  • Kandung kemih selalu penuh. Pasien merasa bahwa kandung kemih tidak kosong dan urin akan menetes sepanjang hari. Banyak masalah dengan kandung kemih yang memburuk setelah menopause.

Jenis-Jenis Inkontinensia Urin

  • Inkontinensia Urine Stres

Mungkin Anda pernah menjumpai orang yang ketika tertawa atau batuk kemudian diikuti oleh keluarnya air kencing, baik sedikit ataupun banyak. Umumnya, kejadian tersebut disebabkan oleh adanya pelemahan otot pada bagian dasar panggul.

Meskipun bukan penyebab satu-satunya, namun keseringan terjadinya inkontinensia karena adanya pelemahan otot panggul tersebut. Inkontinensia kategori ini biasanya terjadi pada lansia yang sudah berusia 70-an tahun dan seringnya diderita oleh wanita.

  • Inkontinensia Urine Urgensi

Beberapa problem neurologis yang dikaitkan dengan inkontinensia urin urgensi ini seperti demensia, penyakit Parkinson, stroke, atau cedera medulla spinalis. Yang terjadi pada jenis inkontinensia urin ini ialah pasien mengeluhkan tidak cukupnya waktu untuk sampai ke toilet namun urin sudah keluar terlebih dulu.

Prosesnya sangat cepat antara keinginan berkemih dan proses keluarnya urin sebelum pasien berada di kamar mandi. Tipe ini biasanya terjadi orang yang telah berusia lanjut, di atas 70-an tahun.

  • Inkontinensia Urine Luapan

Mungkin inkontinensia jenis ini agak jarang terjadi. Tidak terkendalinya urin yang keluar dalam inkontinensia jenis ini dikaitkan dengan terjadinya pembesaran prostat atau multiple sclerosis, yang dapat menyebabkan tidak berkontaksinya kandung kemih pasien.

Faktor obat-obatan juga bisa menyebabkan terjadinya inkontinensia urin luapan ini. Bagaimana kejadiannya? Pasien yang menderita inkontinensia urin luapan ini biasanya hanya mengeluarkan urin sedikit saja tanpa merasakan sensasi ketika kandung kemihnya penuh.

  • Inkontinensia Urin Fungsional

Untuk jenis ini, kebanyakan terjadi karena demensia berat, faktor lingkungan, dan juga faktor psikologis. Pada pasien yang menderita inkontinensia jenis ini biasanya dibarengi dengan kemunculan berbagai macam gejala dan juga terjadinya gambaran urodinamik yang lebih dari satu jenis inkontinensia urin.

Evaluasi sangat diperlukan untuk mengetahui si pasien positif menderita inkontinensia urin atau tidak. Jika positif, apa yang menjadi penyebabnya perlu diketahui, untuk segera diambil tindakan pengobatan.

Pengobatan inkontinensia ini umumnya menggunakan cara operasi. Namun, jika masih dalam tahap ringan, maka bisa dicoba dengan melakukan terapi konservatif. Penggunaan obat-obatan, stimulasi, dan juga penggunaan alat mekanis ialah cara populer yang bisa dilakukan untuk mengobati inkontinensia urin ini tanpa operasi.

terapi yang bisa dilakukan pada penderita inkontinensia urin ini antara lain :

  • Terapi non-farmakologiBiasanya hal yang dilakukan dalam terapi ini ialah dengan cara melatih otot panggul untuk menahan kemih dengan teknik distraksi dan relaksasi. Usahakan supaya berkemih terjadi 6-7 kali saja dalam sehari. Para lansia akan dilatih untuk menahan keinginan berkemihnya sendiri yang tadinya tidak terkontrol menjadi terkontrol, dalam waktu-waktu tertentu saja. Mula-mula bisa dilakukan tiap jam, kemudian diperpanjang intervalnya menjadi 2-3 jam.
  • Terapi farmakologiTerapi ini tentu saja menggunakan obat-obatan seperti dicylomine, flavoxate, propanteine, dan imipramine.
  • Terapi pembedahanTerapi ini biasanya dilakukan pada penderita inkontinensia tipe urgensi dan stres. Dengan catatan, apabila kedua cara terapi di atas sudah dilakukan dan tidak berhasil. Terapi ini dilakukan dengan pembedahan untuk menghilangkan retensi pada urin.

Inkontinensia urin ini memang banyak menyerang para lanjut usia dan kebanyakan wanita. Namun, tidak menutup kemungkinan Anda yang seorang laki-laki dan belum lansia juga bisa menderitanya.

Makanya, perlu cepat tanggap ketika Anda atau orang tua yang terindikasi kuat menderita inkontinensia urin dengan cara segera memeriksakannya ke bagian urologi. Jangnan sampai pasien telah menderita penyakit ini secara akut baru kemudian diperiksakan ke dokter.

Demikian informasi mengenai Inkontinensia Urin beserta penyebab dan jenis Inkontinensia Urin pada lansia yang dapat kami sampaikan. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Terus kunjungis situs http://wildanalfian.com untuk update informasi mengenai kesehatan lainnya.

Penyebab Dan Jenis Inkontinensia Urin Pada Lansia