Mengetahui Gejala Epilepsi Pada Anak Agar Dapat Ditangani Sejak Dini

Mengetahui gejala epilepsi pada anak agar dapat ditangani sejak dini, supaya tidak berakibatkan patal jika terjadi yang tak diinginkan.

Selamat datang di salah satu situs resmi milik alfian herbal, yang merupakan distributor resmi pusat penjualan obat herbal produk green world. Kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi mengetahui gejala epilepsi pada anak agar dapat ditangani sejak dini.

Epilepsi adalah suatu gangguan pada sistem syaraf otak manusia karena terjadinya aktivitas yang berlebihan dari sekelompok sel neuron pada otak sehingga menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh manusia mulai dari bengong sesaat, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejang dan atau kontraksi otot. Epilepsi atau yang sering kita sebut ayan atau sawan tidak disebabkan atau dipicu oleh bakteri atau virus dan gejala epilepsi dapat diredam dengan bantuan orang-orang yang ada disekitar penderita.

Mengetahui Gejala Epilepsi Pada Anak Agar Dapat Ditangani Sejak Dini

Penyakit epilepsi merupakan penyakit yang dapat terjadi pada siapa pun walaupun dari garis keturunan tidak ada yang pernah mengalami epilepsi. Epilepsi tidak bisa menular ke orang lain karena hanya merupakan gangguan otak yang tidak dipicu oleh suatu kuman virus dan bakteri. Dengan pengobatan secara medis baik dokter maupun rumahsakit bisa membantu penderita epilepsi untuk mengurangi serangan epilepsi maupun menyembuhkan secara penuh epilepsi yang diderita seseorang.

Jenis-Jenis Tipe Penyakit Epilepsi :

1. Epilepsi Umum

  • Epilepsi Petit Mal

Epilepsi petit mal adalah epilepsi yang menyebabkan gangguan kesadaran secara tiba-tiba, di mana seseorang menjadi seperti bengong tidak sadar tanpa reaksi apa-apa, dan setelah beberapa saat bisa kembali normal melakukan aktivitas semula.

  • Epilelpsi Grand Mal

Epilepsi grand mal adalah epilepsi yang terjadi secara mendadak, di mana penderitanya hilang kesadaran lalu kejang-kejang dengan napas berbunyi ngorok dan mengeluarkan buih/busa dari mulut.

  • Epilepsi Myoklonik Juvenil

Epilepsi myoklonik Juvenil adalah epilepsi yang mengakibatkan terjadinya kontraksi singkat pada satu atau beberapa otot mulai dari yang ringan tidak terlihat sampai yang menyentak hebat seperti jatuh tiba-tiba, melemparkan benda yang dipegang tiba-tiba, dan lain sebagainya.

2. Epilepsi Parsial (Sebagian)

  • Epilepsi Parsial Sederhana

Epilepsi parsial sederhana adalah epilepsi yang tidak disertai hilang kesadaran dengan gejala kejang-kejang, rasa kesemutan atau rasa kebal di suatu tempat yang berlangsung dalam hitungan menit atau jam.

  • Epilepsi Parsial Kompleks

Epilepsi parsial komplek adalah epilepsi yang disertai gangguan kesadaran yang dimulai dengan gejala parsialis sederhana namun ditambah dengan halusinasi, terganggunya daya ingat, seperti bermimpi, kosong pikiran, dan lain sebagainya. Epilepsi jenis ini bisa menyebabkan penderita melamun, lari tanpa tujuan, berkata-kata sesuatu yang diulang-ulang, dan lain sebagainya (otomatisme).

Gejala Epilepsi Pada Anak Agar Dapat Ditangani Sejak Dini

Tatapam Mata Yang Kosong

Epilepsi pada anak biasanya mempunyai gejala yang berbeda-beda. Jika anak anda tiba-tiba melamun dan menatap dengan tatapan yang kosong. Anda perlu waspada, karena bida jadi itu merupakan tanda awal terjadinya kejang epilepsi. Gejala inilah yang di sebut dengan gejala kejang petit mal. Kepala dan lengan anak anda akan sedikit lemas.

Tetapi kejang ini tidak akan membuat anak anda sampai jatuh ke tanah atau tak sadarkan diri. Waktu jekang biasanya kurang dari satu menit. Setelah kejang terjadi, anak anda masih bisa menyadari apa yang terjadi.

Total Convulsion (Kejang Total)

Gejala epilepsi pada anak yang pertama adalah sering terjadi kejang. Awalnya mungkin anak anda akan sering emngalami kejang-kejang biasa. Ketika sudah masuk ke kejang total, inilah merupakan gejala yang sangat serius. Pada saat terjadi kejang total, anak bisa sampai jatuh dan hilang kesadarannya. Waktu kejang total biasanya hanya berlangsung kurang dari 3 menit. Pada saat itu tubuh anak akan bergetar yang tak terkendalikan dan kaku. Bola mata anak akan sedikit memutar. Air liur dan air kencing sudah tidak bisa di kendalikan lagi, sehingga akan keluar begitu saja. Setelah kejang selesai, anak akan merasa pusing, mual dan nyeri pada tubuh. Setelah itu anak akan tertidur dalam waktu yang cukup lama. Pada saat kejang, tarulah seseuata yang bisa di gigit, supaya gertakan gigi tidak menyakiti anak anda.

Kedutan

Kedutan sebenarnya hal yang sudah biasa terjadi pada semua orang. Setiap epilepsi pada anak juga belum tentu terjadi gejala kedutan. Gejala kedutan ini akan terlihat jelas, jika terjadi pada jenis penyakit epilepsi fokal. Awalnya kedutan akan terjadi di tempat-tempat tertentu saja. Seperti jari tangan, kemudian telapak tangan dan masih banyak lainnya. Selanjtnya kedutan akan semakin bertambah menjalar ke tempat-tempat lainnya sampai ke seluruh tubuh. Pada gejala ini ada sebagian anak yang masih sadar dan sebagian lagi ada yang sampai kehilangan kesadarannya.

Aura

Gejala epilepsi pada anak yang selanjutnya adalah dengan auranya. Memang ini sukup sulit, karena tidak semua orang bisa melihat aura seseorang. Aura biasanya merupakan gejala awal sebelum anak terjadi kejang tubuh. Anak-anak akan secara tiba-tiba merasakan nyeri dan sakit pada seluruh tubuh, mencium bau yang tidak tahu asalnya dan mendengar bunyi-bunyi yang aneh. Terkadang anak juga akan merasakan seseuatau yang aneh pada bagian perutnya. Biasanya banyak yang tidak menyadari hal tersebut. Oleh karena itu sebagai orang tua, harus benar-benar waspada.

Pertolongan Epilepsi Pada Anak Agar Dapat Ditangani Sejak Dini

Apa yang harus anda lakukan apabila di sekitar anda ada orang yang mengalami epilepsi yang disertai hilangnya kesadaran?

  • Segera amankan penderita dengan mengamankan dari benda-benda berbahaya, mengamankan dari benturan (terutama bagian kepala), dan lain sebagainya.
  • Rebahkan dengan kepala miring ke samping agar lidah penderita tidak menutupi jalan pernapasan dan longgarkan baju yang terlalu ketat agar penderita mudah bergerak dan bernapas.
  • Biarkan penderita bergerak semaunya dan jangan meletekkan apa-apa pada mulut penderita. Gigi penderita epilepsi bisa patah jika pada mulut penderita dimasukkan benda-benda keras serta bisa menutupi jalan pernapasannya.
  • Biarkan penderita istirahat karena setelah kejadian penderita akan bingung dan lelah. Laporkan kepada orang-orang di sekitar atau yang berwenang agar dilanjutkan dengan menghubungi keluarga/kerabat atau dokter. Jika penderita cidera atau terjadi serangan susulan terus menerus segera bawa ke dokter, puskesmas, klinik atau rumah sakit terdekat.

Nah, itulah beberapa gejala epilepsi pada anak agar dapaat ditangani sejak dini. Terima kasih sudah berkunjung di salah satu situs resmi milik kami. Semoga bermanfaat. Salam Sehat.

Mengetahui Gejala Epilepsi Pada Anak Agar Dapat Ditangani Sejak Dini