Hati-Hati Dalam Memilih Obat Sakit Mata Untuk Anak-Anak

Bunda harus berhati-hati dalam memilih obat sakit mata untuk anak-anak, karena bila tidak hati-hati akan berakibatkan patal.

Selamat datang di salah satu situs resmi milik alfian herbal, kami meupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal produk green world. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi hati-hati dalam memilih obat sakit mata untuk anak-anak.

Ada beberapa jenis obat sakit mata untuk bayi dan anak-anak yang tersedia di apotek, namun perlu diperhatikan bahwa kita tidak bisa memperlakukan sakit mata dengan cara yang sama, karena mengobati sakit mata harus disesuaikan dengan kondisi yang mendasarinta, Terlebih ini pada bayi dan anak-anak, maka kita harus ekstra hati-hati.

Salah satu jenis sakit mata yang sering dialami oleh anak-anak adalah infeksi mata, tetapi tidak semua jenis infeksi mata membutuhkan terapi farmakologis atau obat sakit mata, dan seringkali sulit untuk membedakan berbagai jenis infeksi mata, karena gejala dapat menunjukan tanda-tanda klinis yang mirip satu sama lain.

Hati-Hati Dalam Memilih Obat Sakit Mata Untuk Anak-Anak

Oleh sebab itu sebelum anda berfikir untuk memberikan obat sakit maya untuk anak-anak berikut sedikit pengetahuan yang perlu anda pahami terkait sakit mata dan pengobatannya.

Berbagai Obat sakit Mata Pada Anak-Anak Sesuai Penyebabnya

Hordeolum (Bintitan)

Infeksi terjadi dalam kelenjar di kelopak mata yang ditandai dengan adanya bintil atau benjolan seperti jerawat pada salah satu kelopak mata berwarna kemerahan dan terasa sakit. Bakteri penyebab tersering adalah Staphylococcus aureus.

Pengobatan:

  • Aplikasi kompres hangat pada mata yang terkena selama 10-15 menit, 2-4 kali sehari dianjurkan juga dapat membantu menguras kelenjar dengan cara memijatnya dengan ringat.
  • Penggunaan OTC mata agen antibakteri umumnya tidak diperlukan atau di sarankan, kecuali atas rekomenddasi dokter.
  • Jika direkomendasikan, antibiotik topical berupa krim dapat membantu mencegah infeksi menyebar ke struktur mata lainnya.
  • Jika hordeolum tidak membaik dalam waktu 48 jam atau jika ada tanda-tanda sakit atau infeksi emmburuk, maka anak harus drujuk ke dokter.

Blepharitis

Infeksi yang lebih kronis ini biasanya mempengaruhi kedua kelopak mata dan umumnya disebabkan oleh S aureus atau Staphylococcus epidermidis. Ditandai dengan kelopak mata yang membengkak rata, kemerahan dan sering disertai adanya ketombe di sekitar bulu mata. Gejala lain termasuk iritasi, terbakar, dan gatal-gatal pada margin kelopak mata. Karena blepharitis sering mirip dengan infeksi mata akibat virus (misalnya, konjungtivitis), maka tetes mata antibiotik tanpa resep atau salep tidak dianjurkan kecuali disarankan oleh dokter.

Pengobatan:

Adapan obat sakit mata anak yang dianjurkan untuk mengobati blefaritis adalah salep antibiotik (misalnya, bacitracin, eritromisin). Salep mata lebih disukai daripada obat tetes mata karena meningkatnya waktu kontak dengan jaringan yang terinfeksi.

Jika antibiotik tidak diperlukan, maka penanganan yang tepat adalah menjaga kebersihan kelopak mata, bisa dilakukan dengan menggunakan facecloth atau kapas penyeka yang dibasahi dengan air hangat dengan beberapa tetes sampo bayi hypoallergenic.

Konjungtivitis Bakteri

Infeksi ini sering ditandai dengan belakan tebal, dan cairan mata mukopurulen (kekuningan) yang menyebabkan kelopak mata atas dan bawah tertutup lengket. Jika dibiarkan, sakit mata seperti ini akan menganggu aktifitas sehari-hari, dengan penyembuhan dalam waktu 2-3 minggu. Namun, dengan pengobatan yang baik dapat mengurangi durasi gejala dan penularannya. Mengobati sakit mata segera juga dapat menurunkan risiko komplikasi kornea yang serius. Penyebab tersering pada bayi dan anak-anak yaitu Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Moraxella catarrhalis.

Pengobatan :

pengobatan nonfarmakologis termasuk merendam kelopak mata yang lengket satu sama lain di pahi dengan kompres hangat dan membuka dengan sangat lembut dan hati-hati. Pilihan terapi harus dipertimbangkan dengan cermat untuk kecakupan bakteri gram positif dan gram negatif, Pengobatan mandiri tidak dianjurkan untuk anak-anak dibawah 2 tahun.

Konjungtivitis Virus

Infeksi ini biasanya menyebabkan mata yang sangat merah, cairan yang encer, dan perdarahan kecil mungkin bisa terjadi. Infeksi biasanya menyebar dan mempengaruhi kedua mata. Adenovirus adalah virus penyebab paling umum; herpes simplex virus dan virus varicella zoster juga bisa menjadi penyebab. Dengan demikian, obat sakit mata berupa tetes yang mengandung antibiotik tidak dianjurkan, justru malah dapat membahayakan dalam penggunaan jangka panjang.

Pasien harus dirujuk ke dokter untuk diagnosis dan pengobatan antivurus yang tepat jika diindikasikan. Tetapi suportif yang dapat dilakukan di rumah meliputi kompres hangat atau dingin dan pelumas mata ( obat tetes ait mata buatan) untuk meningkatkan kenyamanan pasien. Kebersihat pribadi yang baik sangatlah penting untuk mencegah penularan dari anak-anak kepada anggota keluarga lainnya yang memiliki kontak erat. Sakit mata ini biasanya menyembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu satu hingga dua minggu.

Tindakan Pencegahan

Langkah-langkah pencegahan umum akan membantu menghindari sakit mata menjadi lebih buruk dan dapat membatasi penyebaran infeksi:

  1. Hindari menyentuh mata.
  2. Cuci tangan setelah kontak dengan mata yang terinfeksi.
  3. Gunakan kompres baru atau handuk setelah setiap aplikasi.
  4. Mencuci seprai dan handuk dalam air deterjen panas setelah digunakan.
  5. Pastikan bahwa ujung botol tetes mata atau tabung salep tidak menyentuh mata atau bulu mata.
  6. Jangan berbagi obat tetes mata jika anggota rumah ada yang sakit mata.
  7. Mencegah terulangnya kembali sakit mata dengan membersihkan marjin kelopak mata setidaknya dua kali seminggu.

Mengingat berbagai jenis dan penyebab sakit mata, maka kita tidak boleh menggunakan obat sakit mata sembarangan. Pengobatan terbaik untuk bayi di bawah 2 tahun harus selalu dirujuk ke dokter untuk evaluasi menyeluruh diagnosis yang tepat. Terapi tanpa obat seperti telah disebutkan sebelumnya dan termasuk menjaga kebersihan adalah lebih penting daripada penggunaan obat sakit mata yang belum tentu aman karena dikhawatirkan tidak sesuai indikasi. Jadi perlakukanlah obat sakit mata yang ada di apotek hanya digunakan atas rekomendasi dari dokter.

Simak terus situs http://wildanalfian.com untuk mendapatkan informasi menarik dan bermanfaat. Terima kasih atas kunjungannya.

Hati-Hati Dalam Memilih Obat Sakit Mata Untuk Anak-Anak