Cara Mencegah Konstipasi Pada Bayi Yang Harus Diwaspadai

Cara mencegah konstipasi pada bayi yang harus diwaspadai, Berikut ini kami jelaskan secara detail atau terperinci.

Selamat datang di salah satu situs resmi milik alfian herbal, kami merupakan distributor resmi pusat penjualan obat herbal produk green world. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi cara mencegah konstipasi pada baik yang harus diwaspadai.

Selama masa pertumbuhan, suatu keadaan yang normal jika bayi mengalami susah makan atau justru makan tiada henti. Meski demikian, pastikan sistem pencernaan bayi ridak terganggu. Kondisi bayi susah BAB adalah salah satu yang patut di waspadai.

Konstipasi adalah kondisi tidak bisa buang air besar secara teratur atau tidak bisa sama sekali. Jika mengalaminya, Anda biasanya akan mengalami gejala-gejala tertentu. Misalnya tinja Anda menjadi keras dan padat dengan ukuran sangat besar atau sangat kecil.

Cara Mencegah Konstipasi Pada Bayi Yang Harus Diwaspadai

Tingkat keseriusan penyakit ini berbeda-beda pada tiap penderita. Ada orang yang mengalami konstipasi untuk waktu singkat, tapi ada juga yang bisa mengalaminya dalam jangka panjang atau kronis. Konstipasi jangka panjang biasanya menyebabkan rasa sakit dan rasa ketidaknyamanan yang bisa memengaruhi rutinitas sehari-hari.

Apa Penyebab Bayi Konstipasi?

Sangat penting untuk mengetahui penyebab bayi susah BAB agar bisa segera dicegah. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa menyebabkannya.

  • Susu formula

Peralihan dari ASI menuju susu formula rentan menyebabkan konstipasi. Hal ini wajar terjadi mengingat kandungan gizi antara ASI dan susu formula berbeda. Oleh karena itu, bijaklah memilih susu formula untuk bayi. Selain menganalisis kandungan yang ada di dalamnya, perhatikan juga bagaimana respons tubuh buah hati Anda

  • Makanan padat

Beralih mengonsumsi makanan padat sering kali membuat pencernaan bayi “kaget” sehingga menyebabkan  susah buang air besar. Hal ini tidaklah mengherankan, apalagi jika buah hati Anda terbiasa diberi makanan cair. Masa peralihan dari makanan cair ke padat memang rentan menimbulkan konstipasi. Apalagi jika yang diberikan langsung berupa makanan minim serat, seperti nasi atau roti. Untuk meminimalisasi risiko konstipasi, berikan makanan kaya serat kepada bayi Anda.

  • Dehidrasi

Bayi biasa menghidrasi tubuhnya melalui makanan dan minuman yang dia konsumsi, termasuk ASI. Salah satu fungsi air adalah membantu proses pencernaan. Jika dia tidak cukup mendapatkan asupan cairan, maka bisa berakibat kepada feses yang keras.

  • Kondisi medis tertentu

Meski jarang terjadi, beberapa penyakit bisa menyebabkan bayi mengalami susah buang air besar. Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan konstipasi adalah hipotiroid, alergi terhadap makanan, dan gangguan sistem pencernaan dari lahir.

Bagaimana Mengatasi Konstipasi pada Bayi?

Jangan panik saat Anda mendapati kondisi bayi susah BAB. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar anak bisa lepas dari gangguan pencernaan yang satu ini.

  • Membuat anak aktif

Agar feses terdorong oleh usus, ajak  anak-anak untuk bergerak lebih aktif. Jika bayi sudah bisa merangkak, maka membuatnya merangkak lebih sering bisa dilakukan dalam rangka mendorong feses agar lebih mudah keluar. Jika masih belum bisa, menggerakkan kaki bayi selayaknya mengayuh sepeda bisa membantu.

  • Memijat perut

Pijatlah bagian bawah pusar bayi Anda, yaitu sekitar tiga jari dari pusar , dengan lembut. Pastikan buah hati Anda rileks dan tidak kesakitan saat melakukannya.

  • Mengganti susu formula

Jika bayi Anda mengalami konstipasi sejak mengonsumsi susu formula, maka gantilah dengan merek yang berbeda. Konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan susu formula yang sesuai dengan kebutuhan bayi Anda.

  • Mengombinasikan makanan

Saat bayi sudah waktunya mendapat makanan padat, usahakan jangan langsung memberikan makanan yang “berat”, seperti nasi. Pilih makanan yang kaya dengan serat dan berikan porsi yang tidak langsung banyak. Untuk hasil optimal, pijat dahulu perut bayi Anda sebelum diberikan makanan.

  • Mandikan dengan air hangat

Memandikan bayi dengan air hangat bisa membuatnya lebih rileks sehingga saluran pencernaan lebih mudah mengeluarkan kotoran. Berikan juga pijatan pada perut agar feses lebih mudah keluar.

  • Cukupi kebutuhan air bayi

Agar proses pencernaan berjalan lancar, pastikan kebutuhan air si Kecil tercukupi. Berikan sebotol air untuknya demi membantu kinerja sistem pencernaan.

Jika semua cara di atas belum bisa mengatasi konstipasi pada bayi, sebaiknya kunjungi dokter anak. Hal ini wajib dilakukan, terutama jika bayi menjadi susah makan, berat badan menyusut, dan terdapat darah dalam feses.