Baik Atau Buruk Kebiasaan Mengempeng Untuk Bayi

Apakah baik atau buruk kebiasan mengempeng untuk baik sejak dini? Berikut ini penjelasannya.

Selamat datang kembali di salah satu situs resmi milik alfian herbal, yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal produk green world. Pada kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi mengenai seputar kesehatan yang meliputi baik atau buruk kebiasaan mengempeng untuk baik.

Sering kali kita melihat bayi sedang mengisap empengnya. Entah mengapa beberapa bayi suka sekali mengempeng, meski tidak ada asupan apapun yang mereka dapatkan dari empeng. Tapi, saat mengempeng, bayi bisa mendapatkan ketenangannya. Kebanyakan bayi memang memiliki refleks mengisap yang kuat, sehingga ia suka mengisap jempolnya atau juga mengisap empeng. Namun, apakah pemberian empeng pada bayi tidak berbahaya?

Manfaat Mengempeng Pada Bayi?

Beberapa bayi suka mengempeng karena berbagai alasan. Salah satunya adalah karena empeng bisa memberikannya kepuasan setelah menyusui. Beberapa bayi masih rewel setelah menyusui padahal ia sudah kenyang, namun ia biasanya akan tenang setelah diberi empeng. Sehingga, beberapa ibu memilih untuk memberikan empeng kepada bayinya.

Baik Atau Buruk Kebiasaan Mengempeng Untuk Bayi

Selain kepuasan, beberapa bayi juga mendapat ketenangan saat mengempeng. Misalnya saja saat bayi rewel atau saat bayi takut akan sesuatu (saat disuntik atau pengambilan darah, misalnya). Empeng bisa sebagai sesuatu yang bisa mengalihkan fokus bayi, membuatnya lebih tenang.

Empeng juga bisa membantu bayi tertidur. Serta, satu hal lagi yang mungkin mengejutkan bahwa empeng bisa membantu mengurangi risiko SIDS (sindrom kematian mendadak pada bayi). Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang mengempeng pada waktu tidur malam dan tidur siang memiliki risiko SIDS yang lebih rendah. Penelitian ini tidak menunjukkan bahwa empeng dapat mencegah SIDS, tetapi ada hubungan yang kuat antara mengempeng dan risiko yang lebih rendah dari SIDS. Namun, sebaiknya pertimbangkan dengan matang kapan seharusnya Anda dapat memberikan empeng ke bayi Anda. Salah-salah, mungkin empeng bisa berdampak buruk pada kebiasaan bayi Anda.

Risiko Apa Mengempeng Pada Bayi?

Pastinya, mengempeng bisa menjadi kebiasaan bayi yang sulit untuk dilepaskan. Pengenalan empeng yang terlalu dini pada bayi dapat membuat aktivitas menyusuinya terganggu. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian empeng terlalu dini berhubungan dengan penurunan pemberian ASI eksklusif dan durasi menyusui. Dikhawatirkan, jika bayi sudah menerima empeng sebelum ia terbiasa dengan pola menyusui yang baik, bayi akan memilih empeng ketimbang menyusu di payudara ibu.

Selain itu, mengempeng juga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga pada bayi. Namun, pada bayi sampai usia 6 bulan, risiko mengalami infeksi ini tampaknya paling rendah. Oleh karena itu, agar risiko infeksi telinga tidak meningkat, sebaiknya coba hentikan secara perlahan kebiasaan mengempeng pada bayi saat usianya sudah lebih dari 6 bulan. Lagi pula, di usia ini bayi sudah bisa diperkenalkan dengan makanan padat, yang mungkin bisa membantu mengurangi kebiasaan mengempeng pada bayi.

Jika empeng digunakan dalam jangka panjang, kebiasaan mengempeng juga dapat menyebabkan kerusakan gigi. Penggunaan empeng selama beberapa tahun pertama kehidupan mungkin tidak menyebabkan masalah pada gigi. Namun, jika terlalu lama kebiasaan ini dipelihara sampai bertahun-tahun, mengempeng dapat menyebabkan gigi tidak tumbuh dengan baik. Namun, kata Evelina W. Sterling, PhD, MPH, seorang asisten penulis buku Your Child’s Teeth: A Complete Guide for Parents, “Masalah tumbuh gigi biasanya dapat diperbaiki sendiri dalam waktu 6 bulan sejak berhenti mengempeng, sebelum usia anak 2 tahun,” seperti dilansir WebMd. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa sebaiknya mengempeng tidak dilanjutkan setelah anak berusia 1,5 tahun agar gigi anak tidak bermasalah.

Bayi yang sudah sangat terbiasa dengan empeng, mungkin juga bisa mudah rewel jika waktu mengempengnya terganggu (saat empeng terlepas dari mulut bayi atau empeng terjatuh, misalnya). Jika hal ini sering terjadi, mungkin ibu akan lebih kerepotan. Alih-alih empeng bisa memberi ketenangan pada bayi, justru dapat membuat bayi tidak tenang jika tidak mengempeng.

Usia Ke Berapa Yang Bagus Sebaiknya Bayi Diberi Empeng?

Jika Anda menyusui, sebaiknya tunggu sampai bayi bisa menyusu dengan baik, cadangan ASI Anda cukup, dan ASI keluar dengan lancar sebelum memberikan empeng kepada bayi. Bayi dapat membedakan antara mengisap empeng dan payudara ibu, sehingga bisa saja empeng mengganggu ketertarikan bayi terhadap menyusu di payudara ibu.

Anda mulai bisa memberikan empeng saat bayi sudah berusia minimal 3-4 minggu. Jika bayi Anda menyusu dengan baik, mengalami kenaikan berat badan, dan memiliki pola menyusu yang rutin, mungkin Anda dapat memberikan empeng pada bayi lebih awal. Yang harus Anda perhatikan adalah sebaiknya memberi bayi empeng setelah bayi kenyang menyusu ASI, sehingga bayi sudah mendapatkan semua nutrisi yang ia butuhkan.

Jika bayi Anda mengalami masalah berat badan, sebaiknya jangan berikan bayi Anda empeng. Juga, sebaiknya jangan memberikan empeng pada bayi Anda jika bayi mengalami kesulitan menyusu atau jika cadangan ASI Anda sedikit (ASI kurang lancar).

Jika Anda ingin menghindari dampak buruk dari pemberian empeng, sebaiknya tidak membiarkan bayi menggunakan empeng bertahun-tahun. Memberhentikan kebiasaan mengempeng bayi sebelum ia memasuki usia satu tahun itu lebih baik. Dan, pastikan juga bayi tidak terlalu sering menggunakan empeng agar bayi tidak ketergantungan dengan empeng.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan seputar kesehatan, semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan bertambahnya bagi para pembaca. Terima kasih atas kunjungannya. Salah sehat!!

Baik Atau Buruk Kebiasaan Mengempeng Untuk Bayi