Bahaya Sering Menahan Kentut Bukan Sekedar Sakit Perut

Sepintas menahan kentut memang terlihat sopan Akan tetapi hal ini dapat membahayakan kesehatan karena Bahaya Sering Menahan Kentut Bukan Sekedar Sakit Perut

Selamat datang di website resmi Alfian Herbal. Kami merupakan pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya yang menjual berbagai macam suplemen dan vitamin berkhasiat dan menjual barang asli 100% bukan barang tiruan, karena kami merupakan distributor resmi Green World Global.

Bahaya Sering Menahan Kentut Bukan Sekedar Sakit Perut

Bahaya Sering Menahan Kentut Bukan Sekedar Sakit Perut — Kentut merupakan hal yang alamai untuk terjadi. Namun, terkadang budaya yang ada di masyarakat membuat kita tidak enak untuk mengeluarkan kentut sembarangan, karena adanya anggapan tidak sopan. Ketika kentut mengeluarkan bunyi atau bau, kita pun menjadi malu karena hal tersebut. Inilah sebabnya menahan kentut mungkin jadi salah satu hal yang rutin anda lakukan, bahkan mungkin setiap hari.

Penyebab Kentut

Kentut atau buang gas biasanya ditandai dengan timbulnya rasa mulas yang terjadi diperut. Seseorang yang kentut biasa memberi pertanda :

  • Mengkonsumsi makanan secara berlebihan
  • Berasa ingin buang air besar
  • Masuk angin
  • Sembelit/ konstipasi
  • Efek samping dari obat-obat tertentu

Zat Yang Terdapat Pada Angin Kentut

Kentut khas terdiri dari +/- 59% nitrogen, 21% hidrogen, 9% karbondioksida, 7% metana dan 4% oksigen. Dan sekitar 1% dari kentut mengandung gas hidrogen sulfida dan merkaptan yang mengandung sulfur dan belerang. Hal itulah yang  membuat kentut menjadi berbau. Beberapa bahan makanan yang mengandung sulfur antara lain kacang-kacangan, kubis, keju, soda, dan telur.

Saat kita kentut maka akan mengeluarkan suara, hal ini terjadi akibat getaran yang terjadi pada rektum. Kenyaringan dapat bervariasi tergantung pada seberapa banyak tekanan balik gas, serta ketatnya otot sfingter.

Seberapa sering kita buang gas setiap harinya? Rata-rata orang buang gas atau kentut sekitar 14 kali setiap harinya. Jika seseorang buang gas atau kentut secara terus menerus selama 6 tahun,9 bulan, mereka akan menghasilkan gas dengan energi setara dengan bom atom. Wanita dan pria memiliki intensitas buang gas yang hampir sama perharinya, kebanyakan dari para  wanita tidak mau atau enggan untuk mengakuinya hal tersebut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pada saat pria dan wanita mengkonsumsi makanan yang sama persis, justru wanitalah yang cenderung memiliki konsentrasi gas yang lebih daripada pria.

Saat seseorang di samping kita sedang buang gas, kita tak lantas langsung bisa mencium baunya. Bau kentut memerlukan waktu sekitar 10 hingga 15 detik untuk dapat tercium oleh indra penciuman kita.

Akibat Menahan Buang Angin

Dokter mana pun tidak akan pernah setuju apabila ada seseorang yang berusaha untuk menahan kentut, karena jika kita melakukannya akan berdampak buruk bagi kesehatan sendiri. Berikut beberapa bahaya yang bisa timbul karena menahan kentut :

  • Perut kembung

Kembung pada bagian perut merupakan suatu gangguan yang membuat penderitanya merasa sangat tidak nyaman, seperti begah dan bersendawa. Gangguan ini terjadi akibat adanya penumpukan gas yang berlebihan pada saluran pencernaan seperti pada lambung dan usus.

  • Menurunnya nafsu makan

Perut kembung atau terjadinya rasa begah di perut membuat keadaan seseorang menjadi sangat tidak nyaman. Ia akan merasa perut terasa penuh. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan.

  • Kram pada perut

Kelebihan gas yang terjadi pada salah satu bagian usus, dapat mengakibatkan gangguan kram pada perut. Sehingga penderita merasakan sakit yang melilit pada daerah perut, maupun gejala lainnya.

  • Wasir

Menahan buang gas atau kentut mengakibatkan wasir. Hal ini terjadi karena adanya gerakan yang berlebihan pada organ dubur pada saat menahan kentut agar tidak keluar. Gerakan tersebut membuat otot-otot di dubur menegang dan memicu melebarnya pembuluh darah.

  • Infeksi diverticulosis

Diverticulitis merupakan pembentukan kantung-kantung kecil pada lapisan usus besar. Kantung-kantung kecit (divertikula) tersebut terbentu karena adanya peningkatan tekanan pada titik-titik lemah dari dinding usus oleh gas, limbah, atau cair. Jika hal ini terjadi maka bisa menyebabkan sakit parah pada bagian perut, demam, mual, maupun terjadinya perubahan pada kebiasaan buang air besar.

  • Peritonitis

Peritonitis merupakan peradangan peritoneum, yaitu jaringan yang melapisi dinding bagian dalam perut yang mencakup sebagian besar organ perut. Gangguan ini terjadi akibat infeksi dari bakteri maupun jamur. Selain itu peritonitis juga bisa terjadi akibat adanya luka atau karena adanya infeksi diverticulosis kronis yang menyebabkan tumpahnya limbah yang berasal dari usus. Kondisi ini bisa membuat seseorang harus segera mendapatkan pertolongan medis.

  • Keracunan gas

Kentut bukanlah racun. Meskipun terkadang ia keluar tanpa kita sadari dan membuat kita malu dihadapan orang lain, akan tetapi jika kita berusaha menahannya maka gas tersebut akan menyebabkan tekanan parsial dalam rongga usus dengan intensitas lebih tinggi daripada tekanan parsial di dalam darah. Hal tersebut dapat berakibat masuknya gas ke dalam pembuluh darah yang terdapat di dinding usus, dan pada akhirnya akan beredar ke seluruh tubuh.

  • Kentut semakin berbau menusuk

Seperti penjelasan di atas, bahwa kentut terdiri dari beberapa kumpulan gas seperti hidrogen sulfida, yang mana senyawa tersebut menyebabkan kentut kita berbau. Apabila seseorang sering menahan kentut, maka akumulasi dari unsur belerang atau sulfur yang merupakan bagian dari senyawa hidrogen sulfida akan semakin  menumpuk, dimana hal tersebut bisa membuat bau kentut semakin tidak sedap atau  berbau menusuk saat keluar nantinya.

  • Cepirit

Saat kita menahan kentut terlalu lama, maka akan terjadi akumulasi gas hidrogen sulfida dalam usus. Selain menyebabkan bau yang kian menusuk pada kentut, unsur belerang atau sulfur yang menumpuk juga bisa menimbulkan cepirit atau keluarnya sedikit ampas tinja. Insiden ini sangat umum dialami orang-orang dengan gangguan pencernaan, yang karena sesuatu dan lain hal terpaksa harus menahan kentut.

  • Memperparah kondisi sembelit

Penelitian telah menunjukkan bahwa menahan kentut atau gas yang seharusnya keluar, dapat mmengakibatkan peningkatan tekanan di dalam usus besar yang nantinya bisa menyebabkan terjadinya divertikula (kantung-kantung kecil pada lapisan usus besar). Keadaan ini juga bisa memperparah gangguan sembelit yang pada awalnya menjadi penyebab terjadinya kentut.

Itulah informasi mengenai Bahaya Sering Menahan Kentut Bukan Sekedar Sakit Perut. Untuk itu, bila sudah terasa ingin kentut, maka keluarkan saja, karena dengan kentut sudah menjauhkan diri dari berbagai penyakit yang membahayakan tubuh.

Terus kunjungi situs http://wildanalfian.com untuk mengetahui informasi penting dan menarik lainnya seputar kesehatan.

Baca Juga : Jenis Makanan Yang Mengandung Banyak Kalori